Rabu, 09 April 2014



PEMELIHARAAN TANAMAN DAN HEWAN PERCOBAAN
Laporan pemeliharaan tanaman kumis kucing
(orthosiphon stamineus benth)










DISUSUN OLEH :
FIRSA ALFIANDRI (V0B012002)
Dosen Pengampu : Rini Wibio,M.Si




PROGRAM STUDI BIOLOGI TERAPAN
AKADEMI KOMUNITAS LABTEC SEDEC
P4TK IPA BANDUNG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bercocok tanam Bibit Kumis kucing sebenarnya menghasilkan bibit juga tetapi cara perbanyakan melalui stek telah umum sekali dan mudah dilakukan. Stek diambil dari batang yang tua dan dipotong sepanjang 20 cm dengan 2 – 4 ruas. Untuk penanaman sebaiknya kumis kucing disemai dulu, bila keperluan bibit hanya sedikit maka stek disemai dalam peti kecil yang diisi pasir sungai setebal 20 cm, tetapi bila bibit yang diperlukan banyak maka dibuat persemaian, juga atap menutup persemaian. Pesemaian Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm jarak tanam 5 X 10 cm dan stek ditanam miring dengan kedalaman 5 cm cara lain yaitu dengan menumbuhkan stek batang tersebut pada kantong plastik (polibag). Pesemaian ditempat terbuka harus diberi atap naungan dan dilakukan penyiraman secukupnya (tidak terlalu basah karena bibit mudah busuk), pada umur 10 hari biasanya stek mulai berakar dan bertunas dan umur 2 minggu tanaman sudah siap ditanam dilapangan. Sebelum pemindahan kelapangan naungan dikurangi secara bertahap. Penanaman Tanah dipersiapkan sebelumnya dengan cara mencangkul sedalam 50 cm dan diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 – 1 Kg per lubang tanam. Jarak tanam dilapangan berkisar antara 40 X 40 cm hingga 60 X 60 cm. Satu lubang tanam dapat ditanami 1 – 6 stek. Waktu penanaman sebaiknya pada awal musim penghujan.
Syarat tumbuh Kumis kucing termasuk suku labiate dapat tumbuh dengan baik pada tempat-tempat sebagai berikut:
– Ketinggian tempat : Dataran rendah – 1000 m dpl. – Curah hujan : 3000 mm/th (iklim tropis)
– Solum tanah : tebal
– Sinar matahari : Penuh/tidak ternaungi
– Struktur tanah : Gembur, Subur
– Kandungan humus : Tinggi
1.2 Tujuan Penelitian
-Agar mahasiswa mampu dalam memelihara maupun membudidayakan tanama yang akan di jadikan bahan percobaan praktikum.
















BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1  Alat dan Bahan
1.       Tanaman Kumis kucing
2.       Pot
3.       Tanah
4.       Pupuk
5.       Air

2.2  Cara Kerja.
1.       Ambil bibit tanaman kumis kucing tersebut.
2.       Kemudian isi pot tersebut dengan tanah dan dengan tanaman kumis kucing tersebut secara bersamaan.
3.       Setelah itu berikan tanah tersebut pupuk dan sirami dengan air.
4.       Sirami dengan air 2x sehari secara terus menerus serta pindahkan di tempat yang panan dan dingin.







2.3  Hasil Praktikum
1.       Pada hari pertama saya mengambil bibit kumis kucing yang saya akan jadikan tanaman percobaan saya yang terletak di dekat Greenhouse PPPPTK IPA.

DSCF2589.JPG    DSCF2591.JPG
(Gambar 1 dan 2 : Proses pengambilan bibit kumis kucing)

2.       Lalu saya menanam kumis kucing tersebut ke pot yang telah saya sediakan sebelumnya, serta saya berikan tanah dan pupuk secara merata. Kemuadian saya siram dengan air.
DSCF2592.JPG                                    (Gambar 3 :Proses penanaman kumis kucing)


3.       Setelah saya pindahkan ke pot dan saya berikan pupuk serta air, kemudian saya pindahkan ke tepat yang terkena sinar atahari secara langsung sekitar kurang lebih 2 jam
  DSCF2593.JPG
(gambar 4 : proses penjemuran tanaman kumis kucing)

4.       Kemudian saya pindahkan kembali ke tempat yang agak terlindungi dari sinar matahari (di kamar saya) dan secara terus menerus sampai akan di gunakan sebagai bahan praktikum.



0 komentar:

Posting Komentar